Senin, 07 Januari 2013

Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kulit

 MANFAAT MINYAK ZAITUN
Minyak zaitun berasal dari tanaman zaitun yang berasal dari kawasan Mediterania, Afrika dan Asia Tengah. Buah zaitun banyak tumbuh di daerah yang beriklim hangat dan mendapat sinar matahari dalam intensitas tinggi. Minyak zaitun banyak digunakan sebagai minyak aromaterapi karena baunya yang khas dan wangi. Juga digunakan sebagai minyak urut/pijat dan campuran masker karena mampu melembabkan kulit.

Jenis-Jenis Minyak Zaitun

Minyak zaitun terdiri dari 7 jenis yaitu Extra virgin olive oil (minyak zaitun murni dari perasan/ekstrak pertama), Virgin olive oil (minyak zaitun dari perasan/ekstrak kedua), Fino Olive Oil (merupakan percampuran antara Extra Virgin dan Virgin), pure olive oil (tidak melalui proses pemerasan buah zaitun namun melalui metode penyulingan), Extract dan refined olive oil (berasal dari perasan/ekstrak pertama menggunakan pelarut kimia), Light dan ekstra light olive oil (merupakan hasil perasan/ekstrak pertama namun dengan kualitas rendah dan mengalami proses pemurnian) dan Pomace (residu yang ditinggalkan dari proses pemerasan kedua diekstrak kembali secara kimia untuk menhasilkan minyak jenis pomace).


 Manfaat Minyak Zaitun Untuk Jerawat

Dari sekian banyak manfaat minyak zaitun bagi kecantikan kulit karena memiliki kandungan vitamin E yang tinggi. vitamin E dalam minyak zaitun bermanfaat sebagai antioksidan yang membantu pencegahan kanker dan penuaan dini pada kulit. salah satunya adalah untuk mengobati jerawat yang membandel serta bekas jerawat di kulit. Namun tentu saja hasil yang didapat tidak terjadi secara instan. Anda harus telaten melakukan perawatan menggunakan minyak zaitun. Anda dapat mengoleskan minyak zaitun secara langsung ke wajah atau mencampurnya dengan bahan masker lain.

Selain berguna untuk melembabkan kulit kering dan kasar, minyak zaitun juga berperan dalam perawatan wajah yang berjerawat dan untuk menghilangkan noda jerawat. Setelah membersihkan wajah, oleskan minyak zaitun pada seluruh permukaan wajah sebelum tidur. Jangan mengoleskan minyak zaitun di sekitar daerah mata dan mulut karena memiliki sensifitas yang tinggi. Lakukan secara teratur setiap malam. Bisa juga dengan memanaskan minyak zaitun dan dibakar di atas api kecil atau lilin. Kemudian oleskan minyak zaitun yang telah dipanaskan pada jerawat.

Masker untuk mengobati jerawat lain adalah dengan mencampur garam dan minyak zaitun. Oleskan pada wajah yang berjerawat selama kurang dari 4 menit, lalu bilas dengan air hangat dan bersihkan. Untuk mencegah jerawat, hindari makanan berlemak dan berminyak. Perbanyak asupan vitamin dari sayuran dan buah-buahan. Rajin minum air putih dan selalu membersihkan wajah secara teratur.

Cara Mengatasi Mual

Gejala: Mual, nyeri ulu hati, kembung, muntah, rasa penuh atau cepat kenyang, dan sering bersendawa. Jenis maupun derajat keparahannya beragam. Sekitar 15%-30% orang dewasa pernah mengalami gejala ini dalam hidupnya.

Penyebab :  
  • Organik: Gangguan organ dalam tubuh, seperti ulcus pepticum (luka lambung) dan pancreatitis (radang pada pankreas).
  • Fungsional: Gangguan ini terjadi selama sedikitnya 12 minggu. Diketahui oleh dokter setelah melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium.
  • Tanpa sebab yang jelas.
  • Sakit maag sering terkait dengan konsumsi makanan tertentu, seperti kopi, minuman beralkohol, makanan berlemak. Dapat juga disebabkan karena makan tidak teratur, stres, infeksi bakteri Helicobacter pylori, dan obat-obatan pereda nyeri dan antiradang (parasetamol, ibuprofen, natrium diklofenak). Meski begitu, belum ada studi yang membuktikan kebenaran hal ini.
  • Sakit maag secara medis lebih dikaitkan dengan produksi asam lambung berlebihan. Juga, terjadinya gangguan sel-sel yang melapisi bagian dalam lambung dan usus dua belas jari. Setiap kali produksi asam lambung atau kerusakan permukaan sel meningkat, terjadilah iritasi, yang muncul dalam bentuk rasa nyeri.
Atasi & cegah:
  • Dispepsia organik: Organ tubuh yang mengalami gangguan harus segera ditangani. Bahkan, bila yang terjadi adalah pankreatitis ‘kelas berat’, harus diatasi dengan operasi.
  • Dispepsia fungsional: Memperbaiki gaya hidup dengan makan teratur, mengurangi asupan kopi, makanan pedas, alkohol, mengurangi penggunaan obat-obatan pereda nyeri dan radang, serta antibiotik yang tidak perlu. Atasi stres dengan yoga, meditasi, dan melakukan hobi.
  • Bila semua tindakan itu tidak mampu mengatasi sakit, dokter meresepkan obat, yang variasinya tergantung dari cara kerjanya: penekan produksi asam lambung,  pelindung saluran cerna, dan lain-lain.